photo kasongankasongan_zps04c75523.gif

Info Wisata Anda

Info Wisata anda di Kasongan kini bisa ditemukan disini, dan apa saja yang menarik di seputar Kasongan?

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 26 April 2015

Seniman adakan acara "Sehari Boleh Gila" di Kasongan

Salah satu peserta aksi boleh gila melakukan sapu bersih di sepanjang jalan Kasongan

BANTUL (KRjogja.com) - Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) DIY, Umar Priyono turut hadir dalam festival Sehari Boleh Gila di Desa Wisata Kasongan, Rabu (15/4/2015) sore. Kepada wartawan, Umar mengatakan jika festival tersebut masih dalam tataran unik dan kurang� begitu 'gila'.

Namun menurut Umar, sebuah karya seni bukanlah dilihat dari penilaian di awal karena festival ini baru pertama kali diadakan di luar institusi pendidikan. Memang, festival tersebut tahun-tahun sebelumnya selalu diadakan di Institut Seni Indonesia.

"Menurut saya masih kurang gila, masih dalam tataran unik saja. Namun kita biarkan dahulu karena seni itu berjalan seiring waktu, pasti nanti semua belajar agar kedepan semakin baik lagi dan tentunya menyumbang ruang untuk berkesenian tentunya," ungkapnya.

Umar beranggapan jika acara yang terkesan kurang terkonsep dengan matang ini nanti akan berkembang lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya. "Pasti akan lebih baik, karena seni itu berdinamika secara terus menerus, saya pribadi yakin acara ini akan semakin baik apabila terus digelar setiap tahun," imbuhnya.

Namun Umat tetap mengapresiasi langkah panitia yang menggabungkan unsur kesenian dengan hari seni internasional yang juga bertepatan dengan hari lahir Leonardo Da Vinci yang merupakan tokoh seni dunia.

"Berarti kan juga ada kaitan dengan bagaimana berpikir out of the box seperti yang digagas Da Vinci pada saat itu. Saya tetap mengapresiasi dan berharap kedepannya jauh lebih baik lagi," ungkapnya lagi.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi kemampuan penyelenggara untuk menggandeng beberapa akademisi untuk bersama turut serta dalam kegiatan yang baru pertama kali dilakukan di Kasongan tersebut. "Pesertanya bisa cukup banyak dan dari banyak elemen masyarakat jadi cukup bagus untuk acara yang baru pertama kali diadakan ini," pungkasnya.

Sementara itu ketua panitia Sehari Boleh Gila, Timbul Raharjo mengatakan jika pihaknya akan terus melakukan evaluasi kedepannya agar penyelenggaraan acara semakin baik. "Kami akan terus melakukan evaluasi bersama agar kedepan semakin baik acaranya, banyak masyarakat yang terlibat dan semakin meriah lagi," ungkapnya. (*-33)

Sumber : http://krjogja.com/read/256579/wah-sehari-boleh-gila-unik.kr | Danar Widiyanto | Rabu, 15 April 2015 | 17:40 WIB | Dibaca: 648 | Komentar: 0

Lihat cuplikanya disini :
<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/EGnseWkYOhM" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

Ibu Wakil Presiden, Hj. Mufidah Jusuf Kalla bersama (OASE KK) mengunjungi sentra kerajinan gerabah Dusun Kasongan

Kunjungi Kasongan, Ibu Wapres Minta Harga Kerajinan Gerabah Dinaikkan



Harianjogja.com, BANTUL- Ibu Wakil Presiden (Wapres) Mufidah Jusuf Kalla bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja mengunjungi sentra kerajinan gerabah dan keramik di Dusun Kasongan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu.



Ibu Wapres bersama rombongan yang tiba di desa wisata kerajinan gerabah sekitar pukul 11.00 WIB kemudian melihat produk-produk kerajinan dan proses produksi kerajinan yang diperagakan oleh pengrajin gerabah setempat.

Turut mendampingi rombongan Ibu Wapres Mufidah Jusuf Kalla, sejumlah pejabat daerah setempat seperti Bupati Bantul, Sri Surya Widati serta Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bantul Riyantono serta Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Bantul, Sulistyanto.

Selain berdialog dengan perajin gerabah, rombongan Ibu Wapres juga melihat koleksi berbagai kerajinan gerabah dan keramik yang terdapat dalam ruangan Koperasi Setya Bawana, koperasi yang dikelola UPT Desa Wisata Kasongan.



Mufidah Jusuf Kalla saat berkunjung ke sentra kerajinan gerabah Desa Wisata Kasongan meminta agar harga kerajinan dari kalangan perajin dinaikkan.

“Kalau bisa harga kerajinan [dari perajin] dinaikkan, agar kesejahteraan perajin meningkat,” kata Ibu Wapres kepada wartawan sesaat sebelum meninggalkan sentra kerajianan gerabah Kasongan.

Dengan demikian, menurut Ibu Wapres yang mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan gerabah tidak hanya pengusaha importir, melainkan juga perajin mengingat produk kerajinan ini juga diekspor ke berbagai negara.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Wapres bersama rombongan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) KK melihat proses pembuatan kerajinan yang diperagakan perajin dan berdialog dengan perwakilan perajin gerabah Kasongan tersebut.

Ibu Wapres beserta rombongan yang mendapat pengawalan ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan aparat tersebut juga melihat koleksi kerajinan kemudian membeli produk kerajinan di antaranya guci dan patung gerabah.

Sementara itu, Ketua Koperasi Setya Bawana UPT Kasongan, Bantul Timbul Raharjo mengatakan, kunjungan Ibu Wapres dan rombongan OASE KK bukan untuk membahas permasalahan maupun kebijakan pemerintah yang ada.

“Kunjungan beliau [Ibu Wapres] dengan tim OASE adalah sifatnya peninjauan, sehingga tidak membicarakan tentang persoalan bantuan, regulasi, sehingga kami hanya menyiapkan untuk menerima dan menyampaikan kondisi yang ada,” katanya.

Timbul yang juga memiliki show room dan rumah produksi kerajinan gerabah dan keramik ini mengatakan, berbeda dengan seandainya yang berkunjung adalah Menteri, karena biasanya ada pembicaraan yang berkaitan dengan regulasi.

Ia mengatakan, saat ini di sentra kerajinan gerabah Kasongan terdapat sekitar 350 usaha industri rumah tangga, jumlah tersebut menurutnya jauh berkurang dari sebelum krisis global yang mencapai sebanyak 581 industri skala rumah tangga.

Sumber : http://jogja.solopos.com/baca/2015/03/25/kunjungi-kasongan-ibu-wapres-minta-harga-kerajinan-gerabah-dinaikkan-588216 | Editor: Nina Atmasari | dalam: Bantul |

Sementara itu

POLSEK KASIHAN AMANKAN KUNJUNGAN IBU WAPRES DI SENTRA KERAJINAN GERABAH KASONGAN

Ibu Wakil Presiden, Hj. Mufidah Jusuf Kalla bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) mengunjungi sentra kerajinan gerabah dan keramik di Dusun Kasongan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 25 Maret 2015.

Kunjungan Ibu Wapres di Kasongan ini mendapat pengamanan ketat dari Polsek Kasihan yang dbantu oleh personel TNI. Selain di lokasi kunjungan, anggota juga ditempatkan pada ruas-ruas jalan yang dilalui rombongan.

Ibu Wapres bersama rombongan yang tiba di desa wisata kerajinan gerabah sekitar pukul 11.00 Wib kemudian melihat produk-produk kerajinan dan proses produksi kerajinan yang diperagakan oleh pengrajin gerabah setempat.

Turut mendampingi rombongan Ibu Wapres Mufidah Jusuf Kalla, sejumlah pejabat daerah Kabupaten Bantul, seperti Bupati Bantul, Hj. Sri Surya Widati, Sekda Pemkab Bantul Drs. Riyantono, M.Si, serta Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kab. Bantul, Drs. Sulistiyanto, M.Pd.

Selain berdialog dengan perajin gerabah, rombongan Ibu Wapres juga melihat koleksi berbagai kerajinan gerabah dan keramik yang terdapat dalam ruangan Koperasi Setya Bawana, koperasi yang dikelola UPT Disperindagkop Kabupaten Bantul di Desa Wisata Kasongan.

Dengan demikian, menurut Ibu Wapres yang mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan gerabah tidak hanya pengusaha importir, melainkan juga perajin mengingat produk kerajinan ini juga diekspor ke berbagai negara.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Wapres bersama rombongan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) KK melihat proses pembuatan kerajinan yang diperagakan perajin dan berdialog dengan perwakilan perajin gerabah Kasongan tersebut. Ibu Wakil Presiden RI Hj Mufidah Jusuf Kalla juga mendapatkan souvenir “Loro Blonyo “  dari Ketua Koperasi Setya Bawana UPT Kasongan Dr Timbul Raharjo.

Setelah dari kasongan Ibu Wapres beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Showroom Batik Wijirejo di Pandak untuk melihat berbagai macam hasil kerajinan batik produk asli Bantul. Sebelum mengunjungi Showroom Batik Wijirejo di Pandak, Ibu Wapres beserta rombongan singgah terlebih dahulu di Warung Ingkung Mbah Cempluk di Santan, Guwosari, Pajangan. (Sihumas Sek Kasihan)

http://humaspolresbantul.blogspot.com/2015/03/polsek-kasihan-amankan-kunjungan-ibu.html

Dibukannya toko batu akik di Kasongan

Perupa Gelar Pameran 'Laga Akik Rupa Batu'



BANTUL (KRjogja.com) - Posnya Seni Godod bersama sejumlah seniman rupa Yogyakarta dan sekitarnya akan menggelar Pameran dan Bazar Batu Akik 'Laga Akik Rupa Batu' di Sambung Frame & Art Jalan Saptohoedojo 113 (Jalan Raya Kasongan) Bantul, 28 Maret-5 April 2015. Rencananya pameran ini akan dibuka langsung Yani Saptohoedojo, Sabtu (28/3) pukul 15.30 WIB.

"Nantinya tidak hanya pameran. Tapi ada pula bazar batu akik dengan harga murah. Kegiatan ini diharapkan ikut memeriahkan kawasan wisata Kasongan," tutur Ketua Penyelenggara Pameran dan Bazar Godod Sutejo saat silaturahmi dengan Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat dr Gun Nugroho Samawi, Jumat (27/3).

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut jajaran direksi dan redaksi KR, yakni Komisaris Utama PT BP Kedaulatan Rakyat Drs HM Romli, Direktur Produksi PT BP Kedaulatan Rakyat Baskoro Jati Prabowo SSos, Direktur Keuangan PT BP Kedaulatan Rakyat Imam Satriadi SH dan Direktur Pemasaran PT BP Kedaulatan Rakyat Fajar Kusumawardhani SE. Selain itu, juga akan dihadirkan pakar batu akik sehingga para pengunjung bisa berkonsultasi tentang makna, jenis dan fungsi batu terhadap pemakai. Pengunjung juga melihat proses pengolahan batu bahan mentah menjadi batu akik dan lainnya.

Godod juga menambahkan, sejalan dengan tema yang diangkat dan sebagai cara mengangkat unsur seni rupa, batu-batu mulia dan batu akik nantinya akan didisplay dalam sajian yang berbeda. Sehingga pameran ini akan menghadirkan kesan beda dengan pameran serupa yang sering digelar di berbagai tempat. "Kami juga akan kedepankan unsur seni rupanya. Seperti halnya dalam tema, nanti pengunjung bisa melihat adu seni batu gambar yang dihadirkan peserta pameran," imbuhnya.

Sedang perupa Dewobroto salah seorang penggemar batu akik sekaligus peserta pameran akan mengeluarkan koleksi miliknya yang ekslusif, antara lain batu bergambar naga, bison, Yin-Yang, batu bergambar huruf dan masih banyak lagi. Ari Parikesit pengemar yang lain, akan memamerkan koleksinya batu-batu yang luar biasa. Bahkan ada penggemar juga akan memamerkan bongkahan batu kecubung koleksinya. (Asp/*-5)

Sumber http://krjogja.com/read/254112/perupa-gelar-pameran-laga-akik-rupa-batu.kr | Agus Sigit | Jumat, 27 Maret 2015

Lokasi : Sebelum jembatan Kasongan sebelah dengan showroom Timboel ceramik

Rabu, 23 Juli 2014

Jual Stik Bambu Daun Interior

stik bambu interior
stik bambu interiorstik bambu interior




Stik bambu inul dan bambu warna untuk mempermanis ruangan anda. Stik bambu ini bisa di fungsikan sebagai hiasan atau untuk sekat ruangan dengan bambu stik yang di tata sebagai pagar. Pilihan bambu stik ini tersedia 3 pilihan, natural, warna dan ada tangkai daun. Masing masing mempunyai daya menarik dan manis untuk ruangan.

Stik Bambu Daun Interior ini merupakan salah satu produk yang dijual di desa Kasongan.

Stik Bambu Inul / Interior
Harga Natural : Rp. 1.500,-
Harga Warna   : Rp. 2.200,-
Harga Bertangkai Daun : Rp. 2.500,-
Harga Bertangkai Bunga Sakura : Rp. 2.500,-
Minimal order 15pcs
Kontak 085647743593
Partai besar / grosir dihitung 500pcs ke atas dihitung pembelian grosir

Pot/guci di gambar tidak termasuk

Judul Pencarian
Grosir stik bambu inul Yogyakarta
Grosir kerajinan stik bambu
Jual Stik bambu penghias ruangan
Stik bambu Interior unik

Minggu, 18 Mei 2014

Asbak Ruang Tamu Keramik Glasir Gajah

Asbak merupakan salah satu interior rumah yang penting di dalam ruang tamu. Terkadang kita sendiri benci dengan asap rokok, akan tetapi bagaimana jika tamu orang penting anda adalah perokok, maka di dalam ruang tamu tidak ada salahnya memajang asbak atau tempat abu rokok di atas meja ruang tamu. Selain sebagai tempat abu rokok, asbak juga mempunyai fungsi yang lain yaitu sebagai pajangan yang unik dan menarik untuk ruang tamu anda.
Berikut asbak ruang tamu yang unik terbuat dari keramik glasir yang mengkilat dan unik.
-Asbak berbentuk gajah yang duduk di atas kayu
-Asbak terbuat dari Glatsir yang tahan kuat dan keras
-Berwarna dan tahan puluhan tahun untuk warna glastsirnya.

asbak ruang tamu gajah
asbak ruang tamu gajahasbak ruang tamu gajahasbak ruang tamu gajahasbak ruang tamu gajah














asbak ruang tamu gajahasbak ruang tamu gajah                                                                                       
Harga satuan Rp. 90.000,-
Grosir up 5pcs Rp. 70.000,-
Info 085647743593
Kode Asbak Ruang Tamu Gajah

 Asbak Ruang Tamu Keramik Glasir Gajah merupakan salah satu produk yang dijual di Desa Kasongan.

Minggu, 16 Februari 2014

Tahukah anda, setelah terkena kiriman abu Merapi kini Kasongan juga terkena kiriman abu dari gunung Kelud


Letusan gunung kelud yang terjadi pada Kamis (13/2/2014) lalu memuntahkan material-material vulkanik seperti lava, magma dan batuan kerikil dan abu vulkanik yang dikeluarkan dari perut gunung, ini berdapak pada aktifitas perekonomian di kasongan pada hari hari tersebut.

Abu vulkanik gunung kelud ternyata lebih tebal dari pada letusan merapi ahir September 2010, jika saat letusan merapi abu kiriman mencapai ketebalan 2 hingga 3 Milimeter tetapi untuk letusan Gunung kelud hingga mencapai 1cm, ini sangat mengganggu aktivitas perekonomian di kasongan. Meskipun telah terjadi abu kiriman masyarakat di Kasongan secara suadaya membersihkan area-area jalan dan toko mereka masing masing, dan kemungkinan untuk aktifitas normal perekonomian di kasongan akan buka lagi pada tanggal 17 Februari 2014 dikarenakan masih pekatnya debu2 yang ada di sekitar jalan.

Jumat, 27 Desember 2013

Lomba Lari sudah Biasa, tapi Lari dengan membawa guci? Kasongan Art Festival (KAF)

Untuk ketiga kalinya Kasongan Art Festival (KAF) digelar di kawasan Desa Wisata Kasongan, Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Tahun ini, ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ryan Budi Nuryanto sebagai HUMAS mengatakan, dari rangkaian berbagai kegiatan yang digelar dalam festival tahun ini ini, terdapat lomba lari estafet sambil menggendong guci yang diikuti warga di sekitar Kasongan.

Sejak Minggu (1/12/2013) pagi, warga setempat dan wisatawan lokal maupun manca negara sudah nampak berkumpul di sekitaran kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gerabah Kasongan dan sepanjang jalan kampung yang menjadi rute lomba lari estafet tersebut.

Saat peserta bersiap berlari di garis start, warga mulai bertepuk tangan dan memberikan semangat pada mereka. Ketika peluit dewan juri ditiup, peserta berlari kencang sambil menggendong guci gerabah.

Perlombaan ini sendiri diikuti oleh 13 grup dan masing-masing grup diisi tiga orang yang berlari secara estafet menuju tempat finis. Para peserta terdiri dari usia remaja hingga dewasa baik laki-laki maupun perempuan yang setiap hari bekerja membuat gerabah di Kasongan.

Jika guci yang digendong tersebut terjatuh, maka kelompok peserta dinyatakan gugur. Sedangkan untuk grup yang berhasil menjuarai perlombaan, maka berhak memeroleh sejumlah uang.

“Kita ingin memberikan pesan pada warga bahwa dari tanah ini telah mengantarkan kita semua bisa mendunia, ini juga tasyakuran kami pada Allah SWT bahwa dengan karunia tanah ini bisa kita buat menjadi karya seni,” jelas Ryan.

Adapun perlombaan lari estafet menggendong guci ini, lanjut Ryan, selain dapat menyehatkan para perajin gerabah juga sekaligus memberikan suasana keakraban sesama perajin, serta dapat menarik perhatian para wisatawan.

Selain perlombaan tersebut, di waktu yang sama juga dilaksanakan perlombaan membuat gerabah patung kuda Kasongan. Para peserta yang juga perajin, diadu kecepatan serta kerapian dalam membuat kerajinan jenis tersebut.

Terpisah, di Dusun Gesik, Kalipucang, Bangunjiwo, yang masih berada di kawasan Desa Wisata Kasongan, juga terdapat perlombaan membuat kerajinan kereneng menyerupai gerabah. Dalam pembuatannya, para peserta diadu dalam kecepatan dan kerapiannya.

Di lokasi ini, juga terlibat sejumlah mahasiswa asing yang belajar di Yogyakarta antaralain Elena (Spanyol) yang merangkai kereneng pada sebuah sepeda dan diberi judul nenek di atas sepeda. Kim (Slovenia) dan Kamil (Iran) membuat rangkaian berjudul Princes of Persia. Sedangkan Luis Welasco (Spanyol), membuat kereneng bertema abstrak.

Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2013/12/02/ada-lari-gendong-guci-di-kasongan-art-festival/