photo kasongankasongan_zps04c75523.gif

Info Wisata Anda

Info Wisata anda di Kasongan kini bisa ditemukan disini, dan apa saja yang menarik di seputar Kasongan?

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 16 Februari 2014

Tahukah anda, setelah terkena kiriman abu Merapi kini Kasongan juga terkena kiriman abu dari gunung Kelud


Letusan gunung kelud yang terjadi pada Kamis (13/2/2014) lalu memuntahkan material-material vulkanik seperti lava, magma dan batuan kerikil dan abu vulkanik yang dikeluarkan dari perut gunung, ini berdapak pada aktifitas perekonomian di kasongan pada hari hari tersebut.

Abu vulkanik gunung kelud ternyata lebih tebal dari pada letusan merapi ahir September 2010, jika saat letusan merapi abu kiriman mencapai ketebalan 2 hingga 3 Milimeter tetapi untuk letusan Gunung kelud hingga mencapai 1cm, ini sangat mengganggu aktivitas perekonomian di kasongan. Meskipun telah terjadi abu kiriman masyarakat di Kasongan secara suadaya membersihkan area-area jalan dan toko mereka masing masing, dan kemungkinan untuk aktifitas normal perekonomian di kasongan akan buka lagi pada tanggal 17 Februari 2014 dikarenakan masih pekatnya debu2 yang ada di sekitar jalan.

Jumat, 27 Desember 2013

Lomba Lari sudah Biasa, tapi Lari dengan membawa guci? Kasongan Art Festival (KAF)

Untuk ketiga kalinya Kasongan Art Festival (KAF) digelar di kawasan Desa Wisata Kasongan, Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Tahun ini, ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ryan Budi Nuryanto sebagai HUMAS mengatakan, dari rangkaian berbagai kegiatan yang digelar dalam festival tahun ini ini, terdapat lomba lari estafet sambil menggendong guci yang diikuti warga di sekitar Kasongan.

Sejak Minggu (1/12/2013) pagi, warga setempat dan wisatawan lokal maupun manca negara sudah nampak berkumpul di sekitaran kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gerabah Kasongan dan sepanjang jalan kampung yang menjadi rute lomba lari estafet tersebut.

Saat peserta bersiap berlari di garis start, warga mulai bertepuk tangan dan memberikan semangat pada mereka. Ketika peluit dewan juri ditiup, peserta berlari kencang sambil menggendong guci gerabah.

Perlombaan ini sendiri diikuti oleh 13 grup dan masing-masing grup diisi tiga orang yang berlari secara estafet menuju tempat finis. Para peserta terdiri dari usia remaja hingga dewasa baik laki-laki maupun perempuan yang setiap hari bekerja membuat gerabah di Kasongan.

Jika guci yang digendong tersebut terjatuh, maka kelompok peserta dinyatakan gugur. Sedangkan untuk grup yang berhasil menjuarai perlombaan, maka berhak memeroleh sejumlah uang.

“Kita ingin memberikan pesan pada warga bahwa dari tanah ini telah mengantarkan kita semua bisa mendunia, ini juga tasyakuran kami pada Allah SWT bahwa dengan karunia tanah ini bisa kita buat menjadi karya seni,” jelas Ryan.

Adapun perlombaan lari estafet menggendong guci ini, lanjut Ryan, selain dapat menyehatkan para perajin gerabah juga sekaligus memberikan suasana keakraban sesama perajin, serta dapat menarik perhatian para wisatawan.

Selain perlombaan tersebut, di waktu yang sama juga dilaksanakan perlombaan membuat gerabah patung kuda Kasongan. Para peserta yang juga perajin, diadu kecepatan serta kerapian dalam membuat kerajinan jenis tersebut.

Terpisah, di Dusun Gesik, Kalipucang, Bangunjiwo, yang masih berada di kawasan Desa Wisata Kasongan, juga terdapat perlombaan membuat kerajinan kereneng menyerupai gerabah. Dalam pembuatannya, para peserta diadu dalam kecepatan dan kerapiannya.

Di lokasi ini, juga terlibat sejumlah mahasiswa asing yang belajar di Yogyakarta antaralain Elena (Spanyol) yang merangkai kereneng pada sebuah sepeda dan diberi judul nenek di atas sepeda. Kim (Slovenia) dan Kamil (Iran) membuat rangkaian berjudul Princes of Persia. Sedangkan Luis Welasco (Spanyol), membuat kereneng bertema abstrak.

Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2013/12/02/ada-lari-gendong-guci-di-kasongan-art-festival/

Senin, 11 November 2013

Gudang Gerabah Kasongan Terbakar


gudang kasongan

gudang


Harianjogja.com, BANTUL-Gudang penyimpanan barang kerajinan di sentra industri gerabah Kasongan, Bantul ludes terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran terjadi Senin (11/11/2013) sekitar pukul 05.30 WIB di gudang Freigh Express di dekat gerbang masuk Desa Wisata Kasongan. Agus Cahyadi, 22, salah seorang pekerja di gudang tersebut menceritakan, pada Senin pagi terdengar bunyi ledakan bola lampu. Saat ia cek ke gudang, ternyata api sudah menjalar membakar kertas pembungkus barang-barang yang disimpan di gudang serta melahap barang-barang berbahan kayu.

Barang-barang yang terbakar tersebut antara lain guci, gerabah, meja kursi berbahan kayu serta berbagai hasil kerajinan dan furnitur antik. Barang tersebut semuanya akan diekspor ke luar negeri. “Kalau dimuat dalam kontainer, total segudang bisa tujuh sampai delapan kontainer jumlah barangnya,” kata Agus saat ditemui Senin pagi.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Berita sumber : http://www.harianjogja.com/baca/2013/11/11/gudang-gerabah-kasongan-terbakar-464300
foto sumber : http://www.bisnis.com/photos/view/20131111/185650/gudang-gerabah-kasongan-terbakar/2

Kamis, 27 Juni 2013

Kuliner Warung Ayam Goreng "Mbah Cemplung" dekat Kasongan

Jika anda singgah ke Jogja terus ke kasongan, jangan lupa mampir di warung ayam goreng Mbah Cemplung ini. Ayam goreng mbah cemplung mempunyai cita rasa khas, ayam jawa yang empuk dan gurih dipadu dengan sambal yang rasanya tak kalah mak nyus. Ayam goreng ini diracik dengan bumbu yang khas dan resep turun temurun dari keluarga mbah cemplung.

Tepatnya di desa Sendang Semanggi Bangun Jiwo kasihan bantul, sekitar 1 km atau sekitar 5 menit dari pusat belanja Kasongan, warung mbah ini cemplung berdiri. Warung ini berada di dekat Sendang Semanggi (mata air tempat ziarah) di desa Sendang Sembungan Bangun Jiwo Kasihan Bantul. Di ruangan 12x14 meter warung itu berdiri, dengan dipadu meja dari kayu jati yang anggun dan pemandangan pohon kayu jati yang asri di sebelah utara warung. Sejarah asal mulanya di namai "Ayam Goreng Mbah Cemplung" karena waktu itu ada seorang pendatang nenek-nenek dari desa Cemplung ke Sendang Semanggi dan disitulah beliau mencoba berjualan makanan sederhana dan dengan adanya kemajuan jualanya maka beliau mencoba membuat masakan lain yaitu ayam goreng dan ternyata masakan ayam goreng tersebut menjadi terkenal hingga saat ini.

Biasanya pelanggan dari mbah cemplung ini dari berbagai kalangan, baik dari anggota DPR sampai dengan rakyat biasa. Hal ini karena harga ayam goreng mbah cemplung dapat dijangkau dari berbagai kalangan. Di warung ini biasanya satu hari mengabiskan 40 ekor ayam jawa yang setiap harinya disembelih dan diolah menjadi ayam goreng yang mak nyus. Ayam goreng mbah cemplung ini juga menerima pesanan dengan dos yang biasayna untuk berbagai acara.

Jadi anda jika sedang jalan-jalan ke kasongan rugi jika tidak mampir ke warung makan mbah cemplung ini. Nggak ada salahnya jika anda mencoba, dan pasti akan ketagihan karena rasa khasnya.
Alamatnya bisa klik disni.
Koordinate : 7°50'22"S 110°20'1"E
Via YM nya di pedroday@yahoo.com


Contac person :
0856 2882 741 ( dayat ) - jika ingin info lokasi silahkan bisa sms/telp
085 743 056 292 (menerima pesanan)

Peta / Denah / Arah Ayam goreng mbah cemplung : 



Selasa, 12 Maret 2013

TAG


macam macam seni rupa terapan nusantara

macam macam seni terapan

macam seni rupa terapan nusantara

ciri ciri daun pokok nya merupakan stilasi tumbuh tumbuhan berduri

kontak person pengrajin gerabah kasongan

macam-macam seni terapan

jenis jenis seni terapan nusantara

kasongan keramik craft incld. souvenir, ceramik etc

macam macam benda terapan

macam macam seni rupa terapan

macam-macam seni rupa terapan nusantara

seni rupa terapan nusantara

macam macam seni rupa terapan

macam-macam karya seni rupa terapan nusantara

seni keramik nusantara

macam macam seni rupa terapan nusantara

jenis seni rupa terapan nusantara

kasongan

macam-macam seni rupa terapan

kasongan yogyakarta

Minggu, 03 Maret 2013

Kuliner Warung Pecel Lele Mbah Warno Dekat Kasongan


Kuliner Warung Pecel Lele Mbah Warno Dekat Kasongan



Berikut Ulasan Tentang Kuliner Terdekat Dari Desa Wisata Kasongan Yang Dapat Anda Temukan.

Warung Mbah Warno terletak di daerah Utara Kasongan kira-kira 1 km atau 5 menit dari kasongan, tepatnya berada di jalan menuju Gunung Sempu. Warung yang sudah berdiri sejak 35 tahun lalu ini sangat sederhana dan memiliki keistimewaan tersendiri. Papan nama warung pecel Mbah Warno ini hanya berukuran 30 x 20 cm2 yang pasti terlewat jika tak benar-benar memerhatikannya. Interior warung diisi oleh perabot yang fungsional dan apa adanya. Hanya terdapat beberapa meja dan kursi kayu serta satu dipan bambu bernuansa sangat pedesaan sekali, cocok untuk santai dan melepas lelah karena warung ini terletak di pinggir jalan kampoeng. Di belakang meja tempat meletakkan dagangannya, terdapat dapur berisikan beberapa anglo yang selalu mengepulkan asap. Sebuah posisi yang tak disengaja sebenarnya, sebab dapur dalam konsep Jawa biasanya terletak di bagian belakang. Mbah Warno meletakkan dapur di bagian depan warung pasca gempa Mei 2006 yang meruntuhkan bangunan rumahnya. "Belum punya uang untuk membangun dapur baru", ujarnya.

Pada dahulu kala penuturan dari beliau sang empu resep pecel Mbah Warno ini menjual jajanan nya di sekitar sendang ( sumber mata air tempat ziarah yg notabene di sekitar alamat rumah Mbah Warno ) yang menjemput konsumennya sehari-hari pada jaman dulu kala, tapi seiring dengan resep makanannya yang disukai banyak kalangan, rumah tempat meracik dagangannya ini segera didatangi pembeli sebelum mbah Warno lekas berangkat ke tempat biasannya menjual daganngannya di Sendang, dengan kebiasaan pembeli yang sering menjemput Mbah Warno untuk membeli makanannya dirumahnya maka seiring waktu mbah Warno kemudian menjual daganganyan dirumahnya sendiri dan sampai sekarang.

Warung ini buka dari jam 10.00 sampai jam 17.30 bila anda datang lebih dari jam itu maka warung telah tutup karena habis karena saking larisnya. Maka bila anda berhasrat segeralah datang pada jam-jam diatas karena makanan yang disediakan masih lengkap dengan garnisnya.

Mbah Warno menjajakan menu utama pecel dengan beragam lauk sebagai pengiringnya. Mulai dari lele dan belut goreng kering, tahu bacem, mangut belut (belut bersantan yang dibumbui cabai), hingga bakmi goreng. Ada ciri khas tertentu dari masakan mbah warno, kalo anda yang tertantang ingin merasakan kenikmatan dari masakan mbah warno silahkan datang dan buktikan (alamat klik disini).

Di usia yang hampir mencapai 1 abad ini namun mbah warno masih tetap eksis tak kalah dengan masakan-masakan restoran. Penyajianya yang cukup sederhana namun eksentrik memberikan nuansa yang khas ala Jawa, khususnya desa Sembungan Jogjakarta. Jogjakarta memang terkenal dengan Gudegnya, namun disisi lain ada masakan yang khusus yang dinamakan dengan "Pecel Mbah Warno"

Rasa pecelnya yang manis dan dipadu rasa pedas membuat makanan pecel ini disukai oleh masyarakat bawah maupun atas sehingga tak asing bahwa jika anda datang kesana terdapat mobil-mobil luar kota yang hendak singgah ke warung ini.

contac person +6285643530005

alamat Sembungan Bangun Jiwo Kasihan Bantul Yogyakarta RT. 05 Utara 50m Dari Gapura Sembungan, ( utara kasongan keramik )

Koordinat : 7°50'23"S 110°20'1"E

Untuk alamatnya klik disini.

Tempat kuliner terdekat yang lain klik disini.