photo kasongankasongan_zps04c75523.gif

Info Wisata Anda

Info Wisata anda di Kasongan kini bisa ditemukan disini, dan apa saja yang menarik di seputar Kasongan?

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 27 Desember 2013

Lomba Lari sudah Biasa, tapi Lari dengan membawa guci? Kasongan Art Festival (KAF)

Untuk ketiga kalinya Kasongan Art Festival (KAF) digelar di kawasan Desa Wisata Kasongan, Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Tahun ini, ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ryan Budi Nuryanto sebagai HUMAS mengatakan, dari rangkaian berbagai kegiatan yang digelar dalam festival tahun ini ini, terdapat lomba lari estafet sambil menggendong guci yang diikuti warga di sekitar Kasongan.

Sejak Minggu (1/12/2013) pagi, warga setempat dan wisatawan lokal maupun manca negara sudah nampak berkumpul di sekitaran kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gerabah Kasongan dan sepanjang jalan kampung yang menjadi rute lomba lari estafet tersebut.

Saat peserta bersiap berlari di garis start, warga mulai bertepuk tangan dan memberikan semangat pada mereka. Ketika peluit dewan juri ditiup, peserta berlari kencang sambil menggendong guci gerabah.

Perlombaan ini sendiri diikuti oleh 13 grup dan masing-masing grup diisi tiga orang yang berlari secara estafet menuju tempat finis. Para peserta terdiri dari usia remaja hingga dewasa baik laki-laki maupun perempuan yang setiap hari bekerja membuat gerabah di Kasongan.

Jika guci yang digendong tersebut terjatuh, maka kelompok peserta dinyatakan gugur. Sedangkan untuk grup yang berhasil menjuarai perlombaan, maka berhak memeroleh sejumlah uang.

“Kita ingin memberikan pesan pada warga bahwa dari tanah ini telah mengantarkan kita semua bisa mendunia, ini juga tasyakuran kami pada Allah SWT bahwa dengan karunia tanah ini bisa kita buat menjadi karya seni,” jelas Ryan.

Adapun perlombaan lari estafet menggendong guci ini, lanjut Ryan, selain dapat menyehatkan para perajin gerabah juga sekaligus memberikan suasana keakraban sesama perajin, serta dapat menarik perhatian para wisatawan.

Selain perlombaan tersebut, di waktu yang sama juga dilaksanakan perlombaan membuat gerabah patung kuda Kasongan. Para peserta yang juga perajin, diadu kecepatan serta kerapian dalam membuat kerajinan jenis tersebut.

Terpisah, di Dusun Gesik, Kalipucang, Bangunjiwo, yang masih berada di kawasan Desa Wisata Kasongan, juga terdapat perlombaan membuat kerajinan kereneng menyerupai gerabah. Dalam pembuatannya, para peserta diadu dalam kecepatan dan kerapiannya.

Di lokasi ini, juga terlibat sejumlah mahasiswa asing yang belajar di Yogyakarta antaralain Elena (Spanyol) yang merangkai kereneng pada sebuah sepeda dan diberi judul nenek di atas sepeda. Kim (Slovenia) dan Kamil (Iran) membuat rangkaian berjudul Princes of Persia. Sedangkan Luis Welasco (Spanyol), membuat kereneng bertema abstrak.

Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2013/12/02/ada-lari-gendong-guci-di-kasongan-art-festival/

Senin, 11 November 2013

Gudang Gerabah Kasongan Terbakar


gudang kasongan

gudang


Harianjogja.com, BANTUL-Gudang penyimpanan barang kerajinan di sentra industri gerabah Kasongan, Bantul ludes terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran terjadi Senin (11/11/2013) sekitar pukul 05.30 WIB di gudang Freigh Express di dekat gerbang masuk Desa Wisata Kasongan. Agus Cahyadi, 22, salah seorang pekerja di gudang tersebut menceritakan, pada Senin pagi terdengar bunyi ledakan bola lampu. Saat ia cek ke gudang, ternyata api sudah menjalar membakar kertas pembungkus barang-barang yang disimpan di gudang serta melahap barang-barang berbahan kayu.

Barang-barang yang terbakar tersebut antara lain guci, gerabah, meja kursi berbahan kayu serta berbagai hasil kerajinan dan furnitur antik. Barang tersebut semuanya akan diekspor ke luar negeri. “Kalau dimuat dalam kontainer, total segudang bisa tujuh sampai delapan kontainer jumlah barangnya,” kata Agus saat ditemui Senin pagi.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Berita sumber : http://www.harianjogja.com/baca/2013/11/11/gudang-gerabah-kasongan-terbakar-464300
foto sumber : http://www.bisnis.com/photos/view/20131111/185650/gudang-gerabah-kasongan-terbakar/2

Kamis, 27 Juni 2013

Kuliner Warung Ayam Goreng "Mbah Cemplung" dekat Kasongan

Jika anda singgah ke Jogja terus ke kasongan, jangan lupa mampir di warung ayam goreng Mbah Cemplung ini. Ayam goreng mbah cemplung mempunyai cita rasa khas, ayam jawa yang empuk dan gurih dipadu dengan sambal yang rasanya tak kalah mak nyus. Ayam goreng ini diracik dengan bumbu yang khas dan resep turun temurun dari keluarga mbah cemplung.

Tepatnya di desa Sendang Semanggi Bangun Jiwo kasihan bantul, sekitar 1 km atau sekitar 5 menit dari pusat belanja Kasongan, warung mbah ini cemplung berdiri. Warung ini berada di dekat Sendang Semanggi (mata air tempat ziarah) di desa Sendang Sembungan Bangun Jiwo Kasihan Bantul. Di ruangan 12x14 meter warung itu berdiri, dengan dipadu meja dari kayu jati yang anggun dan pemandangan pohon kayu jati yang asri di sebelah utara warung. Sejarah asal mulanya di namai "Ayam Goreng Mbah Cemplung" karena waktu itu ada seorang pendatang nenek-nenek dari desa Cemplung ke Sendang Semanggi dan disitulah beliau mencoba berjualan makanan sederhana dan dengan adanya kemajuan jualanya maka beliau mencoba membuat masakan lain yaitu ayam goreng dan ternyata masakan ayam goreng tersebut menjadi terkenal hingga saat ini.

Biasanya pelanggan dari mbah cemplung ini dari berbagai kalangan, baik dari anggota DPR sampai dengan rakyat biasa. Hal ini karena harga ayam goreng mbah cemplung dapat dijangkau dari berbagai kalangan. Di warung ini biasanya satu hari mengabiskan 40 ekor ayam jawa yang setiap harinya disembelih dan diolah menjadi ayam goreng yang mak nyus. Ayam goreng mbah cemplung ini juga menerima pesanan dengan dos yang biasayna untuk berbagai acara.

Jadi anda jika sedang jalan-jalan ke kasongan rugi jika tidak mampir ke warung makan mbah cemplung ini. Nggak ada salahnya jika anda mencoba, dan pasti akan ketagihan karena rasa khasnya.
Alamatnya bisa klik disni.
Koordinate : 7°50'22"S 110°20'1"E
Via YM nya di pedroday@yahoo.com


Contac person :
0856 2882 741 ( dayat ) - jika ingin info lokasi silahkan bisa sms/telp
085 743 056 292 (menerima pesanan)

Peta / Denah / Arah Ayam goreng mbah cemplung : 



Selasa, 12 Maret 2013

TAG


macam macam seni rupa terapan nusantara

macam macam seni terapan

macam seni rupa terapan nusantara

ciri ciri daun pokok nya merupakan stilasi tumbuh tumbuhan berduri

kontak person pengrajin gerabah kasongan

macam-macam seni terapan

jenis jenis seni terapan nusantara

kasongan keramik craft incld. souvenir, ceramik etc

macam macam benda terapan

macam macam seni rupa terapan

macam-macam seni rupa terapan nusantara

seni rupa terapan nusantara

macam macam seni rupa terapan

macam-macam karya seni rupa terapan nusantara

seni keramik nusantara

macam macam seni rupa terapan nusantara

jenis seni rupa terapan nusantara

kasongan

macam-macam seni rupa terapan

kasongan yogyakarta

Minggu, 03 Maret 2013

Kuliner Warung Pecel Lele Mbah Warno Dekat Kasongan


Kuliner Warung Pecel Lele Mbah Warno Dekat Kasongan



Berikut Ulasan Tentang Kuliner Terdekat Dari Desa Wisata Kasongan Yang Dapat Anda Temukan.

Warung Mbah Warno terletak di daerah Utara Kasongan kira-kira 1 km atau 5 menit dari kasongan, tepatnya berada di jalan menuju Gunung Sempu. Warung yang sudah berdiri sejak 35 tahun lalu ini sangat sederhana dan memiliki keistimewaan tersendiri. Papan nama warung pecel Mbah Warno ini hanya berukuran 30 x 20 cm2 yang pasti terlewat jika tak benar-benar memerhatikannya. Interior warung diisi oleh perabot yang fungsional dan apa adanya. Hanya terdapat beberapa meja dan kursi kayu serta satu dipan bambu bernuansa sangat pedesaan sekali, cocok untuk santai dan melepas lelah karena warung ini terletak di pinggir jalan kampoeng. Di belakang meja tempat meletakkan dagangannya, terdapat dapur berisikan beberapa anglo yang selalu mengepulkan asap. Sebuah posisi yang tak disengaja sebenarnya, sebab dapur dalam konsep Jawa biasanya terletak di bagian belakang. Mbah Warno meletakkan dapur di bagian depan warung pasca gempa Mei 2006 yang meruntuhkan bangunan rumahnya. "Belum punya uang untuk membangun dapur baru", ujarnya.

Pada dahulu kala penuturan dari beliau sang empu resep pecel Mbah Warno ini menjual jajanan nya di sekitar sendang ( sumber mata air tempat ziarah yg notabene di sekitar alamat rumah Mbah Warno ) yang menjemput konsumennya sehari-hari pada jaman dulu kala, tapi seiring dengan resep makanannya yang disukai banyak kalangan, rumah tempat meracik dagangannya ini segera didatangi pembeli sebelum mbah Warno lekas berangkat ke tempat biasannya menjual daganngannya di Sendang, dengan kebiasaan pembeli yang sering menjemput Mbah Warno untuk membeli makanannya dirumahnya maka seiring waktu mbah Warno kemudian menjual daganganyan dirumahnya sendiri dan sampai sekarang.

Warung ini buka dari jam 10.00 sampai jam 17.30 bila anda datang lebih dari jam itu maka warung telah tutup karena habis karena saking larisnya. Maka bila anda berhasrat segeralah datang pada jam-jam diatas karena makanan yang disediakan masih lengkap dengan garnisnya.

Mbah Warno menjajakan menu utama pecel dengan beragam lauk sebagai pengiringnya. Mulai dari lele dan belut goreng kering, tahu bacem, mangut belut (belut bersantan yang dibumbui cabai), hingga bakmi goreng. Ada ciri khas tertentu dari masakan mbah warno, kalo anda yang tertantang ingin merasakan kenikmatan dari masakan mbah warno silahkan datang dan buktikan (alamat klik disini).

Di usia yang hampir mencapai 1 abad ini namun mbah warno masih tetap eksis tak kalah dengan masakan-masakan restoran. Penyajianya yang cukup sederhana namun eksentrik memberikan nuansa yang khas ala Jawa, khususnya desa Sembungan Jogjakarta. Jogjakarta memang terkenal dengan Gudegnya, namun disisi lain ada masakan yang khusus yang dinamakan dengan "Pecel Mbah Warno"

Rasa pecelnya yang manis dan dipadu rasa pedas membuat makanan pecel ini disukai oleh masyarakat bawah maupun atas sehingga tak asing bahwa jika anda datang kesana terdapat mobil-mobil luar kota yang hendak singgah ke warung ini.

contac person +6285643530005

alamat Sembungan Bangun Jiwo Kasihan Bantul Yogyakarta RT. 05 Utara 50m Dari Gapura Sembungan, ( utara kasongan keramik )

Koordinat : 7°50'23"S 110°20'1"E

Untuk alamatnya klik disini.

Tempat kuliner terdekat yang lain klik disini.

Selasa, 26 Februari 2013

Fungsi Souvenir Produk Kasongan


Souvenir Hemat Tapi Mewah, Souvenir Kasongan jawabannya.
Memang Desa Kasongan adalah dominan produk interior dan exterior untuk rumah, tapi di sudut lain produk Kasongan juga memproduksi souvenir souvenir yang menarik, unik, berguna dan mewah. Souvenir yang berbentuk kecil biasannya untuk gift ini digunakan untuk ulang tahun, souvenir pernikahan, dan pesta yang lain. Souvenir souvenir kasongan ini merupakan produk karya asli di Kasongan dan bukan dari produk tempat lain yang didatangkan, tapi merupakan handmade salah satu kreasi produk souvenir yang dihasilkan.

Souvenir Kasongan ini terbuat dari tanah liat yang kemudian masuk ke proses pembakaran tinggi yang kemudian akan membuat tanah menjadi padat dan tidak mudah pecah. Souvenir-souvenir ini kemudian di finising sehingga membuat kesan lebih cantik dan unik untuk dipajang atau digunakan di rumah anda.

Dulunya Souvenir Kasongan adalah souvenir untuk cindera mata bagi pengunjung yang ingin membeli hasil kerajinan kasongan untuk cindera mata, tetapi souvenir ini kemudian berkembang menjadi souvenir yang digunakan untuk pernikahan, ulang tahun, wisuda dan acara lainnya. Dari betuk souvenir yang dihasilkan ini berupa asbak, tempat pencil, tempat lilin, celengan dan masih banyak lagi. Souvenir souvenir pernikahan ini biasanya dipesan oleh pembeli dari luar kota Yogya juga, bahkan dari Jakarta, Bali, Surabaya, Semarang, Cilegon dan kota kota besar lainnya menggunakan jasa pengiriman barang.

Selain anda bisa membeli contoh-contoh souvenir yang ada di kasongan, anda juga dapat memesan souvenir yang anda contohkan yang dibuat secara handmade juga, sehingga lebih ekslusif dan tiada duanya, tentunya pengrajin juga melihat apakah gamabaran yang disebutkan merupakan produk yang mudah dibuat atau harus dimodifikasi lagi. Sehigga bisa kemudian diproduksi secara banyak untuk acara anda.

Untuk proses pembuatan souvenir Kasongan ini biasanya paling cepat membutuhkan waktu 2 minggu dari waktu pemesanan, tapi jika pada waktu banyak hajatan pernikahan maka bisa sampai dengan 1 bulan pengerjaan. Jadi jika anda sedang review-review tentang souvenir kasongan maka lebih baiknya anda memesan 1 bulan sebelum hari anda dilaksanakan karena masih terdapat banyak waktu untuk melihat lihat dan mencari-cari produk yang lainnya. Selain souvenir yang unik biasannya di setiap item souvenirnya bisa ditambahkan cap untuk nama/inisial acara sehinga lebih berkesan untuk hadiah suatu acara yang menggunakan souvenir.

Mungkin itulah gambaran tentang souvenir kasongan yang sering digunaka untuk acara pernikahan, jika anda tertarik anda bisa langsung datang Ke Sentra Desa Wisata Kasongan untuk meluhat lihat produk-produk yang ada.

Minggu, 24 Februari 2013

Fungsi Guci Produk Kasongan



Guci adalah merupakan salah satu aksesoris untuk rumah anda, bentuk dari guci ini biasanya adalah pada bawah oval menggembung dan semakin ke atas semakin mengerucut pada lehernya sempit dan lebar pada bagian atasnya.
Fungsi Gucci sendiri adalah untuk pajangan di rumah anda ataupun sebagai tempat barang lain yang dapat disesuaikan fungsinya seperti tempat payung, aksen guci dapat memberikan kesan pada sudut ruangan rumah anda, sehingga memberikan aura yang kosong menjadi padat berisi dan cantik pada rumah anda.

Di Desa Kasongan Guci ini adalah salah satu produk unggulan yang produk ini dikirim di berbagai wilayah Indonesia bahkan ke luar negri untuk di export.

Berbagai Jenis bahkan sudah mencapai ratusan tipe guci dihasilkan di Kasongan ini, baik dari bentuknya yang aneh dan hasil finisingnnya yang klasik sampai dengan yang ekslusif ada di Kasongan.

Menurut Orang-orang cina lambang guci adalah melambangkan kekayaan seseorang dalam filosofi china, semakin besar ukuran guci menandakan bahwa orang itu sangat kaya.Guci memiliki perut yang besar dibawahnya lalu naik ke atas dia memiliki leher yang kecil lalu membesar kembali di bentuk mulutnya, itu mengartikan bahwa seseorang jika ingin mengambil harta simpanan/tabungannya harus melewati leher guci yang kecil yang membuat tangan kita pun mengecil pula dan otomatis harta yang kita ambil dari guci itu pun berkurang.

Lalu dimanakah untuk meletakkan guci ini di ruangan kita agar sesuai, dikutip dari edupaint.com berikut adalah cara meletakkan guci yang baik :

Untuk ukuran guci yang cukup besar, maka sebaiknya guci diletakkan di lantai, berdiri berdampingan dengan meja konsol atau sisi kabinet. Guci di sini berfungsi sebagai pengakhiran atau hanya sebagai pengisi kekosongan. Berbeda ketika ukuran guci kecil, maka perlakuannya bisa sama dengan aksesori lain, seperti bingkai. Anda dapat meletakkan guci berdampingan dengan bingkai yang berada di atas meja konsol.

Selain itu, yang perlu diperhatikan juga adalah komposisi. Anda bisa mendisplay guci dalam jumlah yang lebih dari satu. Namun, agar tampilannya tidak merusak estetika ruangan, beberapa guci itu mesti diatur. Caranya, bisa menyusunnya sesuai dengan ukuran ketinggian si guci itu sendiri. Misalnya guci yang berukuran tinggi diletakkan di bagian belakang dan yang rendah pada bagian depan agar tetap terlihat detail ornamen serta warna guci tersebut.

Untuk meletakkannya, guci tidak harus selalu berada di pojok ruangan. Guci bisa saja diletakkan di tengah ruangan sehingga mampu menjadi pemanis ruangan yang memikat.

Jumat, 15 Februari 2013

Fungsi Pot Produk Kasongan



Pot adalah salah satu media untuk menanam tanaman yang biasanya berbentuk bundar mengerucut ke bawah sebagai pengganti tanah halaman untuk menanam tanaman baik tanaman hias ( angrek, mawar, melati dll ) atau tanaman buah buahan seperti kedondong, rambutan dll.

Desa Kasongan ini merupakan salah satu pensuplai pot untuk media menanam tersebut di Indonesia, bahkan pot-pot untuk menanam ini sering dikirim ke berbagai wilayah Indonesia baik ke Bali-Solo-Semarang dan kota kota besar lainnya.


Keistimewaan dari pot yang dihasilkan oleh Desa Kasongan adalah di dalam pot tersebut hampir menyerupai bahan alami yang berarti bagus untuk pertumbuhan tanaman yang di tanam di pot ini. Karena pot keramik kasongan dibuat dari bahan alam yaitu tanah liat dan kemudian dibentuk menjadi pot secara hand made dan kemudian masuk ke proses pembakaran tanpa di tambahkan bahan apapun sehingga ramah terhadap tanaman rumah atau tanaman buah buahan. Selain bahan yang alami pot hasil kerajinan kasongan ini juga mempunyai daya resap yang hampir sama dengan tanah, mungkin jika kita menyiram tanaman pot bunga kita dengan air yang berlebihan maka tanaman tersebut lambat laun akan mati karena terlalu banyak air, nah beda dengan pot hasil kerajinan Kasongan ini karena jika air terlelu banyak maka air di pot akan meresap dan dikeluarkan dari pori2 pot Kasongan ini sehingga kadar air tetap terjaga tidak terlalu banyak, beda dengan pot cor bahan bangunan yang harus ekstra hati2 dalam menyiram tanaman. Ini karena pot dari bahan alami tanah liat tadi yang merupakan salah satu keistimewaan tersendiri dalam pot Kasongan ini.

Hasil produk pot dari Kasongan juga bermacam-macam bentuknya, dan bentuk ini dapat disesuaikan dengan pesanan, bahkan pot ada yang berukuran hingga tinggi 1 meter dengan diameter 80cm dan ada juga ukuran kecil untuk tanaman bibit seperti gelombang cinta yang pernah booming di Indonesia.

Jika anda berminat membeli salah satu produk ini maka anda dapat membawa dengan kendaraan anda sendiri, dan jika memang tidak memungkinkan maka barang dapat dikirim dengan pengiriman yang ada di Desa Kasongan.

Selasa, 29 Januari 2013

Fungsi Kendi Produk Kasongan



Kendi Gerabah Kasongan Salah Satu Produk  Kasongan

Kendi merupakan salah satu produk yang dihasilkan di Kasongan, produk ini merupakan salah satu produk favorit untuk rumah tangga bahkan dipakai di rumah makan besar untuk penghias interior mereka. Di Kasongan kendi banyak di beli atau diminati masyarakat sekitar sebagai tempat minum sehari hari, karna masyarakat biasa meminum air dari kendi ini untuk menuangnya. Rasa air di dalam kendi ini menjadi lebih segar dan dinginnya tidak kalah dengan air di dalam kulkas. 

Fungsi utama kendi gerabah adalah sebagai wadah penyimpanan air minum, agar air tetap dingin sepanjang hari. Karena kendinya berlubang, air langsung dapat dituang ke mulut melalui tanpa menyentuh mulut. Kendi juga dapat berguna sebagai wadah cairan seperti obat atau ramuan magis, seperti kendi di Jawa yang bertangkai panjang. Tangkai tersebut berfungsi untuk mencegah tutup terlepas dan airnya terbuang, bilamana digunakan seseorang yang terbaring di tempat tidur. Bentuk lain yang berfungsi sebagai wadah obat ialah kendi yang berlubang pada ujung lehernya dan berbentuk bawang.
Kendi juga dipakai sebagai alat upacara pada acara-acara tertentu, misalnya pada perkawinan. Air yang terdapat dalam kendi dianggap suci, murni, dan menyejukan, menjadi simbol perkawinan yang sempurna. Di Jawa Barat, pada upacara perkawinan, mempelai wanita membasuh kaki mempelai pria dengan air dari kendi, setelah upacara pemecahan telur. Upacara basuh kaki melambangkan kesetiaan seorang istri terhadap suaminya.
Kendi juga dipakai pada acara sakral misalnya pada waktu upacara pemberangkatan jenazah dari rumah duka menuju pemakaman. Dalam upacara tersebut seringkali masyarakat Jawa Tengah memecahkan kendi yang berisi air. Para peziarah yang akan ke makam sanak keluarga biasanya juga membawa kendi berisi air untuk disiram ke atas kuburan dengan tujuan agar untuk menyejukan arwah yang meninggal.
 

Jumat, 11 Januari 2013

Desa Kasongan

Kasongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kasongan adalah nama daerah tujuan wisata di wilayah kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Tempat ini tepatnya terletak di daerah pedukuhan Kajen, desa Bangunjiwo, kecamatan Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, (~ S 7.846567° - E 110.344468°) sekitar 6 km dari Alun-alun Utara Yogyakarta ke arah Selatan.

[sunting] Sejarah

Kasongan mulanya merupakan tanah pesawahan milik penduduk desa di selatan Yogyakarta. Pada Masa Penjajahan Belanda di Indonesia, di daerah pesawahan milik salah satu warga tersebut ditemukan seekor kuda yang mati. Kuda tersebut diperkirakan milik Reserse Belanda. Karena saat itu Masa Penjajahan Belanda, maka warga yang memiliki tanah tersebut takut dan segera melepaskan hak tanahnya yang kemudian tidak diakuinya lagi. Ketakutan serupa juga terjadi pada penduduk lain yang memiliki sawah di sekitarnya yang akhirnya juga melepaskan hak tanahnya. Karena banyaknya tanah yang bebas, maka penduduk desa lain segera mengakui tanah tersebut. Penduduk yang tidak memiliki tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik yang mulanya hanya mengempal-ngempal tanah yang tidak pecah bila disatukan. Sebenarnya tanah tersebut hanya digunakan untuk mainan anak-anak dan perabot dapur saja. Namun, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun, Kasongan akhirnya menjadi Desa Wisata yang cukup terkenal.
Sejak tahun 1971-1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersil bagi desain kerajinan gerabah sehingga gerabah yang dihasilkan tidak menimbulkan kesan yang membosankan dan monoton, namun dapat memberikan nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi. Keramik Kasongan dikomersilkan dalam skala besar oleh Sahid Keramik sekitar tahun 1980an.

[sunting] Desa Wisata

Hasil kerajinan dari gerabah yang diproduksi oleh Kasongan pada umumnya berupa guci dengan berbagai motif (burung merak, naga, bunga mawar dan banyak lainnya), pot berbagai ukuran (dari yang kecil hingga seukuran bahu orang dewasa), souvenir, pigura, hiasan dinding, perabotan seperti meja dan kursi, dll. Namun kemudian produknya berkembang bervariasi meliputi bunga tiruan dari daun pisang, perabotan dari bambu, topeng-topengan dan masih banyak yang lainnya. Hasil kerajinan tersebut berkualitas bagus dan telah diekspor ke mancanegara seperti Eropa dan Amerika. Biasanya desa ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Rabu, 09 Januari 2013

Visit Kasongan

Kasongan adalah nama daerah tujuan wisata di wilayah kabupaten BantulDaerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Tempat ini tepatnya terletak di daerah pedukuhan Kajen, desa Bangunjiwo, kecamatan Kasihan, BantulDaerah Istimewa Yogyakarta, (~ S 7.846567° - E 110.344468°) sekitar 6 km dari Alun-alun Utara Yogyakarta ke arah Selatan.

SEJARAH
Kasongan mulanya merupakan tanah pesawahan milik penduduk desa di selatan Yogyakarta. Pada Masa Penjajahan Belanda di Indonesia, di daerah pesawahan milik salah satu warga tersebut ditemukan seekor kuda yang mati. Kuda tersebut diperkirakan milik Reserse Belanda. Karena saat itu Masa Penjajahan Belanda, maka warga yang memiliki tanah tersebut takut dan segera melepaskan hak tanahnya yang kemudian tidak diakuinya lagi. Ketakutan serupa juga terjadi pada penduduk lain yang memiliki sawah di sekitarnya yang akhirnya juga melepaskan hak tanahnya. Karena banyaknya tanah yang bebas, maka penduduk desa lain segera mengakui tanah tersebut. Penduduk yang tidak memiliki tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik yang mulanya hanya mengempal-ngempal tanah yang tidak pecah bila disatukan. Sebenarnya tanah tersebut hanya digunakan untuk mainan anak-anak dan perabot dapur saja. Namun, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun, Kasongan akhirnya menjadi Desa Wisata yang cukup terkenal.
Sejak tahun 1971-1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersil bagi desain kerajinan gerabah sehingga gerabah yang dihasilkan tidak menimbulkan kesan yang membosankan dan monoton, namun dapat memberikan nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi. Keramik Kasongan dikomersilkan dalam skala besar oleh Sahid Keramik sekitar tahun 1980an.
gambar....1
gambar....2

gambar....3


gambar....4

gambar....5

DESA WISATA
Hasil kerajinan dari gerabah yang diproduksi oleh Kasongan pada umumnya berupa guci dengan berbagai motif (burung merak,nagabunga mawar dan banyak lainnya), pot berbagai ukuran (dari yang kecil hingga seukuran bahu orang dewasa), souvenirpigura, hiasan dinding, perabotan seperti meja dan kursi, dll. Namun kemudian produknya berkembang bervariasi meliputi bungatiruan dari daun pisang, perabotan dari bambutopeng-topengan dan masih banyak yang lainnya. Hasil kerajinan tersebut berkualitas bagus dan telah diekspor ke mancanegara sepertiEropa dan Amerika. Biasanya desa ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

PETUNJUK ARAH KE DESA KASONGAN DAN KE SEKITARNYA

1. ARAH KASONGAN DARI JALAN MALIOBORO YOGYAKARTA

Jalan Malioboro
Yogyakarta, Indonesia
1. Ke arah selatan di Jalan Malioboromenuju Jalan Dagen
400 m
2. Terus ke Jalan Jenderal Ahmad Yani
550 m
3. Belok kanan menuju Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan
900 m
4. Belok kiri menuju Jalan Kyai Haji Wahid Hasyim
1,3 km
5. Terus ke Jalan Serangan Umum 1 Maret 1949
1,7 km
6. Terus ke Jalan Raya Bantul
2,5 km
7. Belok kanan menuju Jalan Desa Wisata Kasongan
700 m
2.  ARAH KASONGAN DARI Museum Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Museum Keraton Yogyakarta
Jl. Alun Alun Selatan Patehan Kraton Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta
55133, Indonesia
1. Ke arah barat di Jalan Alun-alun Selatan menuju Jalan Patehan Lor
86 m
2. Ambil 1 kiri menuju Jalan Patehan Lor
26 m
3. Ambil 1 kiri menuju Jalan Patehan Wetan
160 m
4. Belok kiri menuju Jalan Patehan Kidul
96 m
5. Ambil 1 kanan menuju Jalan Gading
57 m
6. Ambil 1 kanan menuju Jalan Letnan Jenderal MT Haryono
750 m
7. Belok kiri menuju Jalan Serangan Umum 1 Maret 1949
1,6 km
8. Terus ke Jalan Raya Bantul
2,5 km
9. Belok kanan menuju Jalan Desa Wisata Kasongan
700 m

3. ARAH KASONGAN DARI KALIURANG YOGYAKARTA

Pizza Hut Kaliurang
Jalan Kaliurang
Indonesia
1. Ke arah timur laut di Jalan Kaliurangmenuju Jalan Pandega Siwi
190 m
2. Ambil 3 kiri menuju Jalan Ring Road Utara
8,5 km
3. Terus ke Jalan Ring Road Barat
2,5 km
4. Belok sedikit ke kanan menuju Jalan Wates
550 m
5. Belok kiri menuju Jalan Ring Road Selatan/Jalan Sub Daerah Perlawanan 103
Lanjutkan untuk mengikuti Jalan Ring Road Selatan
4,8 km
6. Belok kanan menuju Jalan Madukismo
160 m
7. Ambil 1 kanan agar tetap di Jalan Madukismo
1,6 km
8. Terus ke Jalan Desa Wisata Kasongan
500 m
9. Belok kanan untuk tetap di Jalan Desa Wisata Kasongan
550 m

3. ARAH PANTAI PARANGTRITIS DARI KASONGAN

Jalan Kasongan
1. Ke arah tenggara
350 m
2. Terus lurus ke Jalan Desa Wisata Kasongan
950 m
3. Belok kiri
210 m
4. Belok kanan di Jalan Gesikam
150 m
5. Ambil belokan kiri 1 ke arah Jalan Parang Tritis
1,8 km
6. Belok kiri menuju Jalan Parang Tritis
300 m
7. Belok kanan menuju Jalan Parang Tritis
1,1 km
8. Belok kiri menuju Jalan Parang Tritis
36 m
9. Belok sedikit ke kiri menuju Jalan Parang Tritis
16,5 km
10. Belok kanan
900 m
Petunjuk arah untuk saat ini belum valid. silahkan anda bertanya arah jika anda merasa tidak paham jalan ini.