photo kasongankasongan_zps04c75523.gif

Info Wisata Anda

Info Wisata anda di Kasongan kini bisa ditemukan disini, dan apa saja yang menarik di seputar Kasongan?

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 29 Januari 2013

Fungsi Kendi Produk Kasongan



Kendi Gerabah Kasongan Salah Satu Produk  Kasongan

Kendi merupakan salah satu produk yang dihasilkan di Kasongan, produk ini merupakan salah satu produk favorit untuk rumah tangga bahkan dipakai di rumah makan besar untuk penghias interior mereka. Di Kasongan kendi banyak di beli atau diminati masyarakat sekitar sebagai tempat minum sehari hari, karna masyarakat biasa meminum air dari kendi ini untuk menuangnya. Rasa air di dalam kendi ini menjadi lebih segar dan dinginnya tidak kalah dengan air di dalam kulkas. 

Fungsi utama kendi gerabah adalah sebagai wadah penyimpanan air minum, agar air tetap dingin sepanjang hari. Karena kendinya berlubang, air langsung dapat dituang ke mulut melalui tanpa menyentuh mulut. Kendi juga dapat berguna sebagai wadah cairan seperti obat atau ramuan magis, seperti kendi di Jawa yang bertangkai panjang. Tangkai tersebut berfungsi untuk mencegah tutup terlepas dan airnya terbuang, bilamana digunakan seseorang yang terbaring di tempat tidur. Bentuk lain yang berfungsi sebagai wadah obat ialah kendi yang berlubang pada ujung lehernya dan berbentuk bawang.
Kendi juga dipakai sebagai alat upacara pada acara-acara tertentu, misalnya pada perkawinan. Air yang terdapat dalam kendi dianggap suci, murni, dan menyejukan, menjadi simbol perkawinan yang sempurna. Di Jawa Barat, pada upacara perkawinan, mempelai wanita membasuh kaki mempelai pria dengan air dari kendi, setelah upacara pemecahan telur. Upacara basuh kaki melambangkan kesetiaan seorang istri terhadap suaminya.
Kendi juga dipakai pada acara sakral misalnya pada waktu upacara pemberangkatan jenazah dari rumah duka menuju pemakaman. Dalam upacara tersebut seringkali masyarakat Jawa Tengah memecahkan kendi yang berisi air. Para peziarah yang akan ke makam sanak keluarga biasanya juga membawa kendi berisi air untuk disiram ke atas kuburan dengan tujuan agar untuk menyejukan arwah yang meninggal.
 

Jumat, 11 Januari 2013

Desa Kasongan

Kasongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kasongan adalah nama daerah tujuan wisata di wilayah kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Tempat ini tepatnya terletak di daerah pedukuhan Kajen, desa Bangunjiwo, kecamatan Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, (~ S 7.846567° - E 110.344468°) sekitar 6 km dari Alun-alun Utara Yogyakarta ke arah Selatan.

[sunting] Sejarah

Kasongan mulanya merupakan tanah pesawahan milik penduduk desa di selatan Yogyakarta. Pada Masa Penjajahan Belanda di Indonesia, di daerah pesawahan milik salah satu warga tersebut ditemukan seekor kuda yang mati. Kuda tersebut diperkirakan milik Reserse Belanda. Karena saat itu Masa Penjajahan Belanda, maka warga yang memiliki tanah tersebut takut dan segera melepaskan hak tanahnya yang kemudian tidak diakuinya lagi. Ketakutan serupa juga terjadi pada penduduk lain yang memiliki sawah di sekitarnya yang akhirnya juga melepaskan hak tanahnya. Karena banyaknya tanah yang bebas, maka penduduk desa lain segera mengakui tanah tersebut. Penduduk yang tidak memiliki tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik yang mulanya hanya mengempal-ngempal tanah yang tidak pecah bila disatukan. Sebenarnya tanah tersebut hanya digunakan untuk mainan anak-anak dan perabot dapur saja. Namun, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun, Kasongan akhirnya menjadi Desa Wisata yang cukup terkenal.
Sejak tahun 1971-1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersil bagi desain kerajinan gerabah sehingga gerabah yang dihasilkan tidak menimbulkan kesan yang membosankan dan monoton, namun dapat memberikan nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi. Keramik Kasongan dikomersilkan dalam skala besar oleh Sahid Keramik sekitar tahun 1980an.

[sunting] Desa Wisata

Hasil kerajinan dari gerabah yang diproduksi oleh Kasongan pada umumnya berupa guci dengan berbagai motif (burung merak, naga, bunga mawar dan banyak lainnya), pot berbagai ukuran (dari yang kecil hingga seukuran bahu orang dewasa), souvenir, pigura, hiasan dinding, perabotan seperti meja dan kursi, dll. Namun kemudian produknya berkembang bervariasi meliputi bunga tiruan dari daun pisang, perabotan dari bambu, topeng-topengan dan masih banyak yang lainnya. Hasil kerajinan tersebut berkualitas bagus dan telah diekspor ke mancanegara seperti Eropa dan Amerika. Biasanya desa ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Rabu, 09 Januari 2013

Visit Kasongan

Kasongan adalah nama daerah tujuan wisata di wilayah kabupaten BantulDaerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Tempat ini tepatnya terletak di daerah pedukuhan Kajen, desa Bangunjiwo, kecamatan Kasihan, BantulDaerah Istimewa Yogyakarta, (~ S 7.846567° - E 110.344468°) sekitar 6 km dari Alun-alun Utara Yogyakarta ke arah Selatan.

SEJARAH
Kasongan mulanya merupakan tanah pesawahan milik penduduk desa di selatan Yogyakarta. Pada Masa Penjajahan Belanda di Indonesia, di daerah pesawahan milik salah satu warga tersebut ditemukan seekor kuda yang mati. Kuda tersebut diperkirakan milik Reserse Belanda. Karena saat itu Masa Penjajahan Belanda, maka warga yang memiliki tanah tersebut takut dan segera melepaskan hak tanahnya yang kemudian tidak diakuinya lagi. Ketakutan serupa juga terjadi pada penduduk lain yang memiliki sawah di sekitarnya yang akhirnya juga melepaskan hak tanahnya. Karena banyaknya tanah yang bebas, maka penduduk desa lain segera mengakui tanah tersebut. Penduduk yang tidak memiliki tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik yang mulanya hanya mengempal-ngempal tanah yang tidak pecah bila disatukan. Sebenarnya tanah tersebut hanya digunakan untuk mainan anak-anak dan perabot dapur saja. Namun, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun, Kasongan akhirnya menjadi Desa Wisata yang cukup terkenal.
Sejak tahun 1971-1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersil bagi desain kerajinan gerabah sehingga gerabah yang dihasilkan tidak menimbulkan kesan yang membosankan dan monoton, namun dapat memberikan nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi. Keramik Kasongan dikomersilkan dalam skala besar oleh Sahid Keramik sekitar tahun 1980an.
gambar....1
gambar....2

gambar....3


gambar....4

gambar....5

DESA WISATA
Hasil kerajinan dari gerabah yang diproduksi oleh Kasongan pada umumnya berupa guci dengan berbagai motif (burung merak,nagabunga mawar dan banyak lainnya), pot berbagai ukuran (dari yang kecil hingga seukuran bahu orang dewasa), souvenirpigura, hiasan dinding, perabotan seperti meja dan kursi, dll. Namun kemudian produknya berkembang bervariasi meliputi bungatiruan dari daun pisang, perabotan dari bambutopeng-topengan dan masih banyak yang lainnya. Hasil kerajinan tersebut berkualitas bagus dan telah diekspor ke mancanegara sepertiEropa dan Amerika. Biasanya desa ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

PETUNJUK ARAH KE DESA KASONGAN DAN KE SEKITARNYA

1. ARAH KASONGAN DARI JALAN MALIOBORO YOGYAKARTA

Jalan Malioboro
Yogyakarta, Indonesia
1. Ke arah selatan di Jalan Malioboromenuju Jalan Dagen
400 m
2. Terus ke Jalan Jenderal Ahmad Yani
550 m
3. Belok kanan menuju Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan
900 m
4. Belok kiri menuju Jalan Kyai Haji Wahid Hasyim
1,3 km
5. Terus ke Jalan Serangan Umum 1 Maret 1949
1,7 km
6. Terus ke Jalan Raya Bantul
2,5 km
7. Belok kanan menuju Jalan Desa Wisata Kasongan
700 m
2.  ARAH KASONGAN DARI Museum Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Museum Keraton Yogyakarta
Jl. Alun Alun Selatan Patehan Kraton Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta
55133, Indonesia
1. Ke arah barat di Jalan Alun-alun Selatan menuju Jalan Patehan Lor
86 m
2. Ambil 1 kiri menuju Jalan Patehan Lor
26 m
3. Ambil 1 kiri menuju Jalan Patehan Wetan
160 m
4. Belok kiri menuju Jalan Patehan Kidul
96 m
5. Ambil 1 kanan menuju Jalan Gading
57 m
6. Ambil 1 kanan menuju Jalan Letnan Jenderal MT Haryono
750 m
7. Belok kiri menuju Jalan Serangan Umum 1 Maret 1949
1,6 km
8. Terus ke Jalan Raya Bantul
2,5 km
9. Belok kanan menuju Jalan Desa Wisata Kasongan
700 m

3. ARAH KASONGAN DARI KALIURANG YOGYAKARTA

Pizza Hut Kaliurang
Jalan Kaliurang
Indonesia
1. Ke arah timur laut di Jalan Kaliurangmenuju Jalan Pandega Siwi
190 m
2. Ambil 3 kiri menuju Jalan Ring Road Utara
8,5 km
3. Terus ke Jalan Ring Road Barat
2,5 km
4. Belok sedikit ke kanan menuju Jalan Wates
550 m
5. Belok kiri menuju Jalan Ring Road Selatan/Jalan Sub Daerah Perlawanan 103
Lanjutkan untuk mengikuti Jalan Ring Road Selatan
4,8 km
6. Belok kanan menuju Jalan Madukismo
160 m
7. Ambil 1 kanan agar tetap di Jalan Madukismo
1,6 km
8. Terus ke Jalan Desa Wisata Kasongan
500 m
9. Belok kanan untuk tetap di Jalan Desa Wisata Kasongan
550 m

3. ARAH PANTAI PARANGTRITIS DARI KASONGAN

Jalan Kasongan
1. Ke arah tenggara
350 m
2. Terus lurus ke Jalan Desa Wisata Kasongan
950 m
3. Belok kiri
210 m
4. Belok kanan di Jalan Gesikam
150 m
5. Ambil belokan kiri 1 ke arah Jalan Parang Tritis
1,8 km
6. Belok kiri menuju Jalan Parang Tritis
300 m
7. Belok kanan menuju Jalan Parang Tritis
1,1 km
8. Belok kiri menuju Jalan Parang Tritis
36 m
9. Belok sedikit ke kiri menuju Jalan Parang Tritis
16,5 km
10. Belok kanan
900 m
Petunjuk arah untuk saat ini belum valid. silahkan anda bertanya arah jika anda merasa tidak paham jalan ini.