Jumat, 27 Desember 2013

Lomba Lari sudah Biasa, tapi Lari dengan membawa guci? Kasongan Art Festival (KAF)

Untuk ketiga kalinya Kasongan Art Festival (KAF) digelar di kawasan Desa Wisata Kasongan, Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Tahun ini, ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ryan Budi Nuryanto sebagai HUMAS mengatakan, dari rangkaian berbagai kegiatan yang digelar dalam festival tahun ini ini, terdapat lomba lari estafet sambil menggendong guci yang diikuti warga di sekitar Kasongan.

Sejak Minggu (1/12/2013) pagi, warga setempat dan wisatawan lokal maupun manca negara sudah nampak berkumpul di sekitaran kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gerabah Kasongan dan sepanjang jalan kampung yang menjadi rute lomba lari estafet tersebut.

Saat peserta bersiap berlari di garis start, warga mulai bertepuk tangan dan memberikan semangat pada mereka. Ketika peluit dewan juri ditiup, peserta berlari kencang sambil menggendong guci gerabah.

Perlombaan ini sendiri diikuti oleh 13 grup dan masing-masing grup diisi tiga orang yang berlari secara estafet menuju tempat finis. Para peserta terdiri dari usia remaja hingga dewasa baik laki-laki maupun perempuan yang setiap hari bekerja membuat gerabah di Kasongan.

Jika guci yang digendong tersebut terjatuh, maka kelompok peserta dinyatakan gugur. Sedangkan untuk grup yang berhasil menjuarai perlombaan, maka berhak memeroleh sejumlah uang.

“Kita ingin memberikan pesan pada warga bahwa dari tanah ini telah mengantarkan kita semua bisa mendunia, ini juga tasyakuran kami pada Allah SWT bahwa dengan karunia tanah ini bisa kita buat menjadi karya seni,” jelas Ryan.

Adapun perlombaan lari estafet menggendong guci ini, lanjut Ryan, selain dapat menyehatkan para perajin gerabah juga sekaligus memberikan suasana keakraban sesama perajin, serta dapat menarik perhatian para wisatawan.

Selain perlombaan tersebut, di waktu yang sama juga dilaksanakan perlombaan membuat gerabah patung kuda Kasongan. Para peserta yang juga perajin, diadu kecepatan serta kerapian dalam membuat kerajinan jenis tersebut.

Terpisah, di Dusun Gesik, Kalipucang, Bangunjiwo, yang masih berada di kawasan Desa Wisata Kasongan, juga terdapat perlombaan membuat kerajinan kereneng menyerupai gerabah. Dalam pembuatannya, para peserta diadu dalam kecepatan dan kerapiannya.

Di lokasi ini, juga terlibat sejumlah mahasiswa asing yang belajar di Yogyakarta antaralain Elena (Spanyol) yang merangkai kereneng pada sebuah sepeda dan diberi judul nenek di atas sepeda. Kim (Slovenia) dan Kamil (Iran) membuat rangkaian berjudul Princes of Persia. Sedangkan Luis Welasco (Spanyol), membuat kereneng bertema abstrak.

Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2013/12/02/ada-lari-gendong-guci-di-kasongan-art-festival/

0 komentar:

Posting Komentar